Selamat datang perawat dan juga seluruh calon perawat diseluruh penjuru dunia, 1000 asuhan keperawata sudah saya siapkan yang bisa untuk dijadikan suatu bimbingan buat anda yang mungkin saat ini membutuhkan. Silahkan Tinggalkan Komentar, Saran Anda Adalah Suatu Penghargaan Bagi Saya untuk kedepannya. Salam Sukses Sulfikar Aferil Praditya ! Lihat Tentang Saya [Klik Disini]
Kamis, 22 September 2011

ASUHAN KEPERAWATAN KLIEN DENGAN DIABETIK KETOACIDOSIS


A. Pengertian


Ketoasidosis diabetik merupakan akibat dari defisiensi berat insulin dan disertai
gangguan metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Keadaan ini terkadang disebut “akselerasi puasa” dan merupakan gangguan metabolisme yang paling serius pada diabetes ketergantungan insulin.
B. Etiologi


Ketoasidosis diabetik dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu akibat hiperglikemia dan akibat ketosis, yang sering dicetuskan oleh faktor-faktor :
- Infeksi
- Stress fisik dan emosional; respons hormonal terhadap stress mendorong peningkatan proses katabolik . Menolak terapi insulin
C. Pengkajian


(Menurut pengumpulan data base oleh Doengoes)
Aktivitas / Istrahat
Gejala : Lemah, letih, sulit bergerak/berjalan
Kram otot, tonus otot menurun, gangguan istrahat/tidur
Tanda : Takikardia dan takipnea pada keadaan istrahat atau aktifitas
Letargi/disorientasi, koma
Penurunan kekuatan otot
Sirkulasi
Gejala : Adanya riwayat hipertensi, IM akut
Klaudikasi, kebas dan kesemutan pada ekstremitas
Ulkus pada kaki, penyembuhan yang lama
Takikardia
Tanda : Perubahan tekanan darah postural, hipertensi
Nadi yang menurun/tidak ada
Disritmia
Krekels, Distensi vena jugularis
Kulit panas, kering, dan kemerahan, bola mata cekung
Integritas/ Ego
Gejala : Stress, tergantung pada orang lain
Masalah finansial yang berhubungan dengan kondisi
Tanda : Ansietas, peka rangsang
Eliminasi
Gejala : Perubahan pola berkemih (poliuria), nokturia
Rasa nyeri/terbakar, kesulitan berkemih (infeksi), ISSK baru/berulang
Nyeri tekan abdomen, Diare
Tanda :Urine encer, pucat, kuning, poliuri ( dapat berkembang menjadi oliguria/anuria, jika terjadi hipovolemia berat)
Urin berkabut, bau busuk (infeksi)
Abdomen keras, adanya asites
Bising usus lemah dan menurun, hiperaktif (diare)
Nutrisi/Cairan
Gejala : Hilang nafsu makan
Mual/muntah
Tidak mematuhi diet, peningkattan masukan glukosa/karbohidrat
Penurunan berat badan lebih dari beberapa hari/minggu
Haus, penggunaan diuretik (Thiazid)
Tanda : Kulit kering/bersisik, turgor jelek
Kekakuan/distensi abdomen, muntah
Pembesaran tiroid (peningkatan kebutuhan metabolik dengan peningkatan gula darah), bau halisitosis/manis, bau buah (napas aseton)
Neurosensori
Gejala : Pusing/pening, sakit kepala
Kesemutan, kebas, kelemahan pada otot, parestesia
Gangguan penglihatan
Tanda : Disorientasi, mengantuk, alergi, stupor/koma (tahap lanjut). Gangguan
memori (baru, masa lalu), kacau mental
Refleks tendon dalam menurun (koma)
Aktifitas kejang (tahap lanjut dari DKA)
Nyeri/kenyamanan
Gejala : Abdomen yang tegang/nyeri (sedang/berat)
Tanda : Wajah meringis dengan palpitasi, tampak sangat berhati-hati
Pernapasan
Gejala : Merasa kekurangan oksigen, batuk dengan/tanpa sputum purulen (tergantung adanya infeksi/tidak)
Tanda : Lapar udara, batuk dengan/tanpa sputum purulen
Frekuensi pernapasan meningkat
Keamanan
Gejala : Kulit kering, gatal, ulkus kulit
Tanda : Demam, diaforesis
Kulit rusak, lesi/ulserasi
Menurunnya kekuatan umum/rentang erak
Parestesia/paralisis otot termasuk otot-otot pernapasan (jika kadar kalium menurun dengan cukup tajam)
Seksualitas
Gejala : Rabas vagina (cenderung infeksi)
Masalah impoten pada pria, kesulitan orgasme pada wanita
Penyuluhan/pembelajaran
Gejala : Faktor resiko keluarga DM, jantung, stroke, hipertensi. Penyembuhan yang
Lambat, penggunaan obat sepertii steroid, diuretik (thiazid), dilantin dan
fenobarbital (dapat meningkatkan kadar glukosa darah).
Mungkin atau tidak memerlukan obat diabetik sesuai pesanan
Rencana pemulangan : Mungkin memrlukan bantuan dalam pengatuan diet,
pengobatan, perawatan diri, pemantauan terhadap glukosa darah
Pemeriksaan Diagnostik
Glukosa darah : meningkat 200 – 100 mg/dl atau lebih
Aseton plasma (keton) : positif secara mencolok
Asam lemak bebas : kadar lipid dan kolesterol meningkaat
Osmolalitas serum : meningkat tetapi biasanya kurang dari 330 mOsm/l
Elektrolit : Natrium : mungkin normal , meningkat atau menurun
Kalium : normal atau peningkatan semu (perpindahan selular), selanjutnya akan menurun
Fosfor : lebih sering menurun
Hemoglobin glikosilat : kadarnya meningkat 2-4 kali lipat dari normal yang mencerminkan kontrol DM yang kurang selama 4 bulan terakhir
Gas darah arteri : biasanya menunjukkan pH rendah dan penurunan pada HCO3 (asidosis metabolik) dengan kompensasi alkalosis respiratorik
Trombosit darah : Ht mungkin meningkat atau normal (dehidrasi), leukositosis, hemokonsentrasi sebagai rrespons terhadap stress atau infeksi
Ureum/kreatinin: Mungkn meningkaatt atau normal(dehidrasi/penurunan fungsi ginjal)
Amilase darah : mungkin meningkat yang mengindikasikan adanya pankreatitis akut sebagai penyebab DKA
Urin : gula dan aseton positif , berat jenis dan osmolalitas mungkin meningkat
Kultur dan sensitifitas : kemungkinan adanya infeksi saluran kemih, pernafasan dan pada luka
D. Diagnosa Keperawatan


Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik akibat hiperglikemia, pengeluaran cairan berlebihan : diare, muntah; pembatasan intake akibat mual, kacau mental
Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan insulin, penurunan masukan oral, status hipermetabolisme
Resiko tinggi terhadap infeksi (sepsis) berhubungan dengan peningkatan kadar glukosa, penurunan fungsi lekosit, perubahan pada sirkulasi
Resiko tinggi terhadap perubahan sensori-perseptual berhubungan dengan ketidkseimbangan glukosa/insulin dan/atau elektrolit
Kelelalahan berhubungan dengan penurunan produksi energi metabolik, insufisiensi insulin, peningkatan kebtuhan energi : status hipermetabolik/infeksi
Ketidakberdayaan berhubungan dengan penyakit jangka panjang, ketergantungan pada orang lain
Kurang pengetahuan mengenai penyakit, prognosis, dan pengoobatan berhubungan dengan kesalahan menginterpretasi informasi, tidak mengenal sumber informasi
Rencana Keperawatan
Defisit volume cairan berhubungan dengan diuresis osmotik akibat hiperglikemia, pengeluaran cairan berlebihan : diare, muntah; pembatasan intake akibat mual
Batasan karakteristik :
- Peningkatan urin output
- Kelemahan, rasa haus, penurunan BB secara tiba-tiba
- Kulit dan membran mukosa kering, turgor kulit jelek
- Hipotensi, takikardia, penurunan capillary refill
Kriteria Hasil :
- TTV dalam batas normal
- Pulse perifer dapat teraba
- Turgor kulit dan capillary refill baik
- Keseimbangan urin output
- Kadar elektrolit normal
Intervensi
Rasional
1.Kaji riwayat durasi/intensitas mual, muntah dan berkemih berlebihan
2.Monitor vital sign dan perubahan tekanan darah orthostatik
3.Monitor perubahan respirasi: kussmaul, bau aceton
4.Observasi kulaitas nafas, penggunaan otot asesori dan cyanosis
5.Observasi ouput dan kualitas urin.
6.Timbang BB
7.Pertahankan cairan 2500 ml/hari jika diindikasikan
8.Ciptakan lingkungan yang nyaman, perhatikan perubahan emosional
9.Catat hal yang dilaporkan seperti mual, nyeri abdomen, muntah dan distensi lambung
10.Obsevasi adanya perasaan kelelahan yang meningkat, edema, peningkatan BB, nadi tidak teratur dan adanya distensi pada vaskuler
Kolaborasi:
-Pemberian NS dengan atau tanpa dextrosa
-Albumin, plasma, dextran
-Pertahankan kateter terpasang
-Pantau pemeriksaan lab :
Ø Hematokrit
Ø BUN/Kreatinin
Ø Osmolalitas darah
Ø Natrium
Ø Kalium
-Berikan Kalium sesuai indikasi
-Berikan bikarbonat jika pH <7,0
-Pasang NGT dan lakukan penghisapan sesuai dengan indikasi
Membantu memperkirakan pengurangan volume total. Proses infeksi yang menyebabkan demam dan status hipermetabolik meningkatkan pengeluaran cairan insensibel.
Hypovolemia dapat dimanifestasikan oleh hipotensi dan takikardia. Hipovolemia berlebihan dapat ditunjukkan dengan penurunan TD lebih dari 10 mmHg dari posisi berbaring ke duduk atau berdiri.
Pelepasan asam karbonat lewat respirasi menghasilkan alkalosis respiratorik terkompensasi pada ketoasidosis. Napas bau aceton disebabkan pemecahan asam keton dan akan hilang bila sudah terkoreksi
Peningkatan beban nafas menunjukkan ketidakmampuan untuk berkompensasi terhadap asidosis
Menggambarkan kemampuan kerja ginjal dan keefektifan terapi
Menunjukkan status cairan dan keadekuatan rehidrasi
Mempertahankan hidrasi dan sirkulasi volume
Mengurangi peningkatan suhu yang menyebabkan pengurangan cairan, perubahan emosional menunjukkan penurunan perfusi cerebral dan hipoksia
Kekurangan cairan dan elektrolit mengubah motilitas lambung, sering menimbulkan muntah dan potensial menimbulkan kekurangan cairan & elektrolit
Pemberian cairan untuk perbaikan yang cepat mungkin sangat berpotensi menimbulkan beban cairan dan GJK
Pemberian tergantung derajat kekurangan cairan dan respons pasien secara individual
Plasma ekspander dibutuhkan saat kondisi mengancam kehidupan atau TD sulit kembali normal
Memudahkan pengukuran haluaran urin
Mengkaji tingkat hidrasi akibat hemokonsentrasi
Peningkatan nilai mencerminkan kerusakan sel karena dehidrasi atau awitan kegagalan ginjal
Meningkat pada hiperglikemi dan dehidrasi
Menurun mencerminkan perpindahan cairan dari intrasel (diuresis osmotik), tinggi berarti kehilangan cairan/dehidrasi berat atau reabsorpsi natrium dalam berespons terhadap sekresi aldosteron
Kalium terjadi pada awal asidosis dan selanjutnya hilang melalui urine, kadar absolut dalam tubuh berkurang. Bila insulin diganti dan asidosis teratasi kekurangan kalium terlihat
Mencegah hipokalemia
Memperbaiki asidosis pada hipotensi atau syok
Mendekompresi lambung dan dapat menghilangkan muntah
Perubahan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakcukupan
insulin, penurunan masukan oral, status hipermetabolisme
Batasan karakteristik :
- Klien melaporkan masukan butrisi tidak adekuat, kurang nafsu makan
- Penurnan berat badan, kelemahan, tonus otot buruk
- Diare
Kriteria hasil :
- Klien mencerna jumlah kalori/nutrien yang tepat
- Menunjukkan tingkat energi biasanya
- Mendemonstrasikan berat badan stabil atau penambahan sesuai rentang normal
Intervensi
Rasional
1.Pantau berat badan setiap hari atau sesuai indikasi
2.Tentukan program diet dan pola makan pasien dan bandingkan dengan makanan yang dihabiskan
3.Auskultasi bising usus, catat adanya nyeri abdomen/perut kembung, mual, muntahan makanan yang belum dicerna, pertahankan puasa sesuai indikasi
4.Berikan makanan yang mengandung nutrien kemudian upayakan pemberian yang lebih padat yang dapat ditoleransi
5.Libatkan keluarga pasien pada perencanaan sesuai indikasi
6.Observasi tanda hipoglikemia
7.Kolaborasi :
Ø Pemeriksaan GDA dengan finger stick
Ø Pantau pemeriksaan aseton, pH dan HCO3
Ø Berikan pengobatan insulin secara teratur sesuai indikasi
Ø Berikan larutan dekstrosa dan setengah salin normal
Mengkaji pemasukan makanan yang adekuat termasuk absorpsi dan utilitasnya
Mengidentifikasi kekurangan dan penyimpangan dari kebutuhan terapetik
Hiperglikemia dan ggn keseimbangan cairan dan elektrolit dapat menurunkan motilitas/fungsi lambung (distensi atau ileus paralitik)yang akan mempengaruhi pilihan intervensi.
Pemberian makanan melalui oral lebih baik jika pasien sadar dan fungsi gastrointestinal baik
Memberikan informasi pada keluarga untuk memahami kebutuhan nutrisi pasien
Hipoglikemia dapat terjadi karena terjadinya metabolisme karbohidrat yang berkurang sementara tetap diberikan insulin , hal ini secara potensial dapat mengancam kehidupan sehingga harus dikenali
Memantau gula darah lebih akurat daripada reduksi urine untuk mendeteksi fluktuasi
Memantau efektifitas kerja insulin agar tetap terkontrol
Mempermudah transisi pada metabolisme karbohidrat dan menurunkan insiden hipoglikemia
Larutan glukosa setelah insulim dan cairan membawa gula darah kira-kira 250 mg/dl. Dengan mertabolisme karbohidrat mendekati normal perawatan harus diberikan untuk menhindari hipoglikemia
II. Daftar Pustaka


Carpenito, Lynda Juall (2000), Buku saku Diagnosa Keperawatan, Edisi 8, EGC, Jakarta
Doengoes, E. Marilyn (1989), Nursing Care Plans, Second Edition, FA Davis, Philadelphia
Price, Sylvia (1990), Patofisiologi dan Konsep Dasar Penyakit , EGC, Jakarta

ASKEP HIPERTIROIDISME DAN KRISIS TIROID

PENGERTIAN
Hypertiroid adalah suatu kelompok sindrom yang disebabkan karena
adanya peninggian atau peningkatan hormon tiroksin yang tidak terlihat/ bebas
dalam darah.
Merupakan suatu respon jaringan-jaringan tubuh terhadap pengaruh
metabolik karena hormon yang berlebihan (Tirotoksikosis).

ETIOLOGI
1. Penyakit Grave’s/Grave’s Diseases/Morbus/Basedow
a. Pengertian
Penyakit Grave’s adalah sekelompok sindrom yang disebabkan
peningkatan hormon yang disebabkan peningkatan hormon tyroid yang
bebas dalam sirkulasi darah.
Penyakit Grave’s lebih banyak ditemukan pada wanita pada
umur 30 – 40 tahun.

b. Faktor Penyebab
1) Over aktivitas dan perubahan kelenjar tyroid.
2) Reaksi autoimun dengan terbentuknya imunoglobulin yang
menstimuli tiroid yaitu LATS (Long Action Titoid Stimulating).
3) Stress.
4) Penggunaan hormon tiroid berlebih.

c. Gejala
1) Goiter Pembesaran kelenjar tiroid.
2) Hypertiroidisme yang akan menimbulkan:
a) Cepat lelah.
b) Gemetar.
c) Tak tahan panas.
d) Berkeringat banyak.
e) Kulit lembab, kemerahan, halus.
f) Nafsu makan meningkat.
g) Diare.
h) Palpitasi – takikardia.
i) TD meningkat.
j) Inspirasi rate meningkat.
3) Optalmopati
a) Eksoptalmus (Proptosis).
Disebabkan jaringan orbita dan otot mata diinfiltrasi oleh
limpoit.
b) Pandangan melotot.
c) Gerakan kelopak mata lebih lambat dari bola mata.
d. Pembagian Grave’s disease
1) Penyakit Grave’s Classic
Yaitu struma/goiter dengan hypertiroidisme dan optalmiopati.
2) Penyakit Grave’s Opthalmopati.
Yaitu pasien mempunyai kelainan mata (opthalmiopathi) akan
tetapi hormon T3 dan T4 dalam batas normal (entyroidisme).
3) Penyakit Grave’s Neonatal.
Dijumpai pada bayi yang dilahirkan oleh ibu dengan Grave’s tapi
jarang terjadi.

Untuk selengkapnya silahkan
Download dari 4shared
Rabu, 20 Juli 2011

Onani Menghancurkan Hidupmu ?? Disini Solusinya..

1291111368161191533

SUFFILOVA : Pengaruh Dunia Global dan modernisasi saat ini begitu sangat berpengaruh bagi pergaulan Remaja dan Orang dewasa saat ini. Tak ada yang tidak mengenal apa itu Seks?. Anak kecil seumur jagung pun pastilah sudah mengetahuinya bahkan telah mencoba-coba. Belum lagi tersebarnya segala hal yang berbau seks dimasyarakat. Yang tersebar dengan leluasa, seperti majalah orang dewasa yang menampilkan gambar-gambar yang mengundang syahwat, film-film porno, stensil ataupun apa yang tersebar dengan bebas di Dunia maya, internet. Yang bisa di akses siapapun. Kecanggihan telephone selular denga fasilitas Video, internet dan Bluetooth memudahkan tersebarnya semua hal yangberhubungan dengan seks. Pergaulan yang kurang di awasi oleh ornag tua, kurangnya pendidikan moral dan agama yang ditanamkan orang tua kepada anak. Semua faktor inilah yang pada akhirnya berefek buruk kepada semua remaja dikemudian hari. Disaat menjadi dewasa seperti anda saat ini, dan kemudian mengalami masalah dengan kemampuan seks anda.

Pengaruh-pengaruh buruk dari semua hal yang berbau seks di Usia remaja. kurang begitu baik untuk masa depan mereka. Seharusnya kita hanya menjabarkan dan memberi pengertian kepada remaja tentang apa itu seks dan apa akibatnya, baik dan buruk dari seks itu sendiri. Namun para remaja ini kebablasan, yang akhirnya dalam usia yang lagi tinggi Libido dangan rasa keingintahuannya. Tak terkontrol mengumbar keinginan seks mereka dengan Onani, mastrubasi tanpa akhir. Kapanpun, dimanapun mereka ingin dan bisa mereka lakukan. Maka mereka lakukan. Tanpa pernah mengerti apa yang mungkin terjadi dikemudian hari.

Bagi kebanyakan Pria, masa muda mereka sudah selayaknya seperti yang saya jabarkan. Dimana Onani dan mastrubasi adalah jalan keluar dari pemenuhan keinginan seks mereka. Semua karena dalam pikiran mereka masih ada rasa takut untuk berbuat dosa alias Berzina, takut penyakit, takut dosa. Namun gak sedikit dari mereka juga yang berani melakukannya tanpa ada rasa takut. Seperti dengan pacar atau siapapun perempuanyang bisa mereka ajak bercinta. Kacau?!.

Meski dalam dunia kedokteran, mastrubasi atau onani itu dikatakan hal yang sah-sah saja. Namun efek yang ditimbulkan sangatlah kurang bagus. Karena :

1. Usia remaja dengan keinginan yang besar tanpa kendali, ketika mengetahui bahwasannya dengan melakukan Onani atau mastrubasi mereka bisa merasakan sensasi nikmatnya seks. Maka terkadang mereka jadi tidak terkontrol bahkan kemudian memilki kecendrungan untuk terus melakukannya. Padahal hal tersebut sangatlah kurang baik. Karena seringnya onani akan mengakibatkan sedikitnya sperma yang akan dihasilkan, bahkan bisa kering dan tidak lagi memiliki sperma yang kuat. Hal ini yang mengakibatkan pada saat berumah tangga sedikit mengalami kesulitan memiliki keturunan.

2. Terlalu sering melakukan Onani atau mastrubasi lama kelamaan mengurangi kenikmatan dari seks itu sendiri. Sehingga kemudian membuat mereka mencari sensasi yang lain yang dapat menambah kenikmatan dalam seks. Hal ini terkadang membuat anda kemudian memiliki kecendrungan seks tertentu. Seperti lebih menyukai film porno yang menggambarkan seks yang keras, atau menyukai perempuan yang jauh lebih tua dibandingkan dirinya sendiri.

3. kecendrungan seks karena Onani kemudian membuat anda kemudian sangat sulit untuk menghentikan kebiasaan seks ini. Setiap saat selalu ada keinginan untuk melakukannya lagi dan lagi. Karenanya untuk mereka ini biasanya cenderung memiliki masalah susah tidur.

4. Hilangnya kepercayaan diri, orang yang sering dan terbiasa melakukan onani atau mastrubasi biasanya cenderung memiliki masalah kurang percaya diri. Karena bagaimanapun juga melakukan Onani atau mastrubasi bagi kita orangindonesia merupakan perbuatan yang memalukan. Selain itu, adanya perasaan bersalah karena takut Dosa yang kemudian membuat mereka selalu menyesal. Perasaan-perasaan ini kemudian akan berpengaruh dalam kemampuan dalam melakukan hubungan seks yang sebenarnya.

5. Kebablasan, adalah efek yang kemudian dapat menghancurkan masa depan para remaja. Rasa keingintahuan tanpa cukup dasarnya. Membuat kecendrungan seks setelah onani membuat mereka berkeinginan untuk bisa merasakan dengan melakukan hubungan yang sebenarnya. Sehingga mereka melakukan hubungan yang sebenarnya dengan pacar ataupun dengan para perempuan bayaran, dengan resiko hamil ataupun terkena penyakit. Atau bagi perempuan, merasa kehilangan masa depan karena mereka telah kehilangan keperawanannya. Sehingga mereka dikemudian hari lebih sering merendahkan martabat mereka dimata pria.

6. Perubahan fisik yang lebih sering menjadi terlihat lebih pucat, kurang darah, mata merah dan wajah terliaht gelap. Mereka cenderung jauh dari melakukan ibadah karena merasa telah berdosa. Sulit berkonsentrasi dan fokus.

7. Kecendrungan ingin cepat selesai adalah sebagian dari efek dari melakukan onani, dimana biasanya mereka yang melakukan onani atau mastrubasi selalu ingin cepat selesai. Takut ketahuan ataupun ingin segera merasakan nikmat dengan cepat. Pada akhirnya secara perlahan ini menjadi satu bagian dalam pikiran anda dalam melakukan seks. Pada sesungguhnya seni bercinat itu perlu tahapan sebelum akhirnya benar-benar melakukan hubungan.

Melihat faktor-faktor yang teah saya sebutkan diatas, kemungkinan adalah sebab yang juga menjadi alasan mengapa anda saat ini merasa kurang perkasa dalam bercinta. Ingat-ingatlah oleh anda kembali tentang kebiasaan anda dimasa lalu ketika anda remaja dan terbiasa melakukan Onani atau mastrubasi. Dengan mengingat dan mengetahui kemungkinan penyebab masalah. Mungkin anda dapat melakukan penyembuhan.

Berikit hal yang bisa anda lakukan:

1. MindSet, tanamkan dalam pikiran anda mulai dari sekarang bahwa Onani adalah hal yang wajar dan biasa. Dalam artian onani bukanlah hal yang memalukan, bahwa rata-rata hampir 90% pria diseluruh dunia melakukan onani. Namun hal ini bukanlah untuk menginjinkan anda melakukannya lagi. Hentikan segera kebiasaan itu.

2. Perasaan berdosa harus segera dihentikan, ingatlah bahwa semua manusia didunia ini tidak ada manusia yang tanpa dosa. Onani mungkin jalan yang paling sedikit dosanya dibandingkan anda melakukan dosa berzinah. Namun yang harus diterapkan dan ditanamkan dalam diri anda, bahwa Tuhan Maha Pengampun. Terkadang Tuhan lebih perhatian dan Menyayangi mereka yang berdosa dibanding mereka yang tidak. Hal ini saya ibaratkan seperti ketika anda mengetahui bahwa pasangan anda sangat mencintai anda, mungkin perhatian dan kasih sayang anda berkurang. Dibandingkan pada saat anda mencoba menraih cinta untuk mendapatkannya, bukan?. Mungkin Tuhanpun demikian.

3. mulailah beribadah mendekatkan diri kepada Tuhan Mulai dari sekarang. Untuk umat muslim, ada baiknya banyak-banyak berdizikir dan puasa. Karena hal ini akan menenagkan Jiwa anda, juga tubuh anda. Puasa adalah jalan untuk anda menahan keinginan dan bersabar.

4. Hentikan kebiasaan menonton film porno atau sejenis. Karena terkadang pikiran anda dirasuki pikiran negative dimana anda terkadang sering membandingkan diri anda dengan mereka yang ada dalam film tersebut. Seperti dalam postingan artikel saya sebelumnya, ingatlah itu hanya film semata yang penuh dengan rekayasa tanpa anda ketahui kebenarannya.

5. mulailah mengenal proses dalam bercinta tahap demi tahap dalam diri anda. bahwa ketika bercinta ada tahapan sentuhan-sentuhan, foreplay, dan seterusnya. Mulai mengenal bagaimana proses tersebut terjadi dalam diri anda, mengenal apa saja yang membuat anda merasa terangsang, mengenal perubahan-perubahan dalam diri anda ketika akan bercinta. Hal ini dapat anda lakukan dengan berimajinasi sendiri dan menyentuh bagian-bagian tertentu dalam tubuh anda. Kemudian Kendaliakan!. Kendalikan dalam pikiran anda seperti yang anda kehendaki. Biasanya hal ini bisa disebut dengan latihan menyenangkan diri sendiri.

6. Pelajarilah seks dengan benar, hal ini dapat anda lakukan dengan membaca buku atau menonton film yang lebih kepada mengajarkan anda seni dalam bercinta seperti kamasutra. Film yang mengajarkan anda seni dalam bercinta cenderung film yang tidak seronok dan brutal sebagaimana film porno yang biasa anda tonton. Anda akan belajar untuk santai, tenang dan melakukan hubungan seks tidak tergesa-gesa.

7. Olah raga, mulailah berolah raga, karena olah raga selain meningkatkan kekuatan fisik anda. juga bagus untuk melatih pernafasan anda. sebab pernafasan sangatlah penting pada saat anda bercinta. Semakin panjang nafas anda, kemungkinan anda perkasa dalam bercintapun semakin tinggi.

Demikianlah hal-hal yang mungkin bisa anda jadikan referensi dalam meningkatkan kemampuan diri anda dalam bercinta. Dengan mengetahui sedikti penyebab dan penangulangannya. Anda akan bisa menjadi pria yang lebih perkasa. Hal yang mesti diingat bahwa semua hasil tidaklah dapat anda rasakan SEGERA. Karena semua memerlukan Proses dan ketekuna. Percuma anda rajin melakukan latihan pada awalnya saja, namun pada akhirnya anda berhenti untuk melakukannya. Oke selamat mencoba